• Metode Baru Dalam Hal Pengobatan Ulkus Diabetes

    October 5, 2012 Devita April 0

    Ulkus diabetes merupakan luka memborok yang tidak kunjung sembuh. Awalnya luka ini hanya luka biasa yang kehadirannya tidak segera disadari oleh penderita sehingga akhirnya berdampak pada penanganannya. Dalam hal penanganan biasanya akan digunakan antibiotik sampai salep untuk mengatasi ulkus tersebut. Cara ini sebenarnya merupakan cara lama yang ternyata tidak mampu mengatasi ulkus dengan baik.

    Terlepas dari bentuk penanganan yang diberikan pada penderita, proses epitelisasi seringkali dilupakan. Bahkan proses tersebut seringkali terhambat akibat pengobatan yang diberikan. Epitelisasi merupakan proses penutupan luka yang diawali dengan pembentukan jaringan baru yang seharusnya dapat ditunjang dengan pengobatan yang ada. Sayangnya pengobatan yang diberikan, seperti halnya penggunaan antibiotik dan salep, justru menghambat pembentukan jaringan baru tersebut. Dengan kata lain, pengobatan yang umumnya diberikan untuk mengatasi ulkus kaki diabetes seringkali tidak mengatasi masalah.

    Dengan mengetahui fakta tersebut di atas, maka hendaknya mulai dipertimbangkan alternatif pengobatan lain yang mampu mendukung proses pembentukan jaringan baru untuk menutup luka yang terbentuk. Pengobatan baru ini dapat diumpamakan seperti halnya ketika hewan mengalami luka di salah satu bagian tubuhnya, dimana hewan tersebut hanya akan menjilati bagian yang terluka berulang kali. Hasilnya luka yang tadinya terbentuk pun menutup sempurna. Cara tersebut sebenarnya juga dapat dipraktekkan pada ulkus diabetes melitus yang dialami penderita. Berikut ini langkah-langkahnya.

    1. Cucilah luka dengan larutan NaCl 0,9%

    Larutan NaCl, juga dikenal dengan larutan garam, dengan konsentrasi 0,9 persen digunakan untuk membasuh luka. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bakteri atau kuman yang menempel pada luka sehingga nantinya infeksi lebih lanjut dapat dihindari. Penting untuk diingat: gunakan alat ketika membasuh luka untuk menghindari kontak langsung dengan tangan anda. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi kemungkinan berpindahnya kuman yang berasal dari tangan anda.

    2. Tutup luka dengan kasa steril

    Setelah luka dibasuh dengan larutan garam 0,9 persen, ambillah kain kasa secukupnya lalu basahi dengan larutan garam yang sama. Gunakan kain kasa tersebut untuk menutup luka agar ia terhindar dari kuman.

    3. Basahi kasa jika sudah agak kering

    Setelah 3 – 4 jam biasanya kasa penutup luka akan mengering. Buka kasa penutup tersebut dan basahi lagi dengan larutan garam tadi. Intinya jangan sampai kasa yang digunakan untuk menutup luka mengering karena akan susah sekali untuk mengangkat kasa tersebut. Jika dirasa perlu, gantilah kasa dengan kasa baru. Selama proses penggantian tersebut, biarkan luka terkena cukup udara agar tidak lembab.

    Lakukan langkah-langkah tersebut 2 -3 kali dalam sehari. Dalam beberapa hari nantinya akan terlihat jaringan baru yang terbentuk pada luka. Inilah yang disebut epitelisasi. Biarkan jaringan baru yang terbentuk tersebut terus berkembang sehingga pada akhirnya menutup luka. Meski metode baru ini tergolong efektif, ia tidak akan berhasil dengan baik jika tidak didukung dengan kadar gula darah yang juga stabil. Jadi upayakan agar kadar gula darah anda selalu terjaga kestabilannya sehingga dapat semakin menunjang usaha anda untuk mengatasi ulkus diabetes melitus.

    Categories: Obat

    Leave a Reply